Pages

Senin, 15 Oktober 2012

SISTEM KERJA PUSKESMAS

SISTEM, SUB SISTEM DAN SUPRASISTEM SERTA ANALISA  SISTEM DARI SISTEM PELAYANAN PUSAT KESEHATAN  MASYARAKAT (PUSKESMAS)

Sistem adalah satu kesatuan usaha yang terdiri dari berbagai elemen / bagian-bagian
yang berkaitan secara teratur dan berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu
lingkungan. Dari definisi ini, akan dicoba diuraikan sistem dan analisis sistem.
Sebagai contoh diambil Sistem Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat
( Puskesmas ).


SISTEM : PELAYANAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS )


SUPRASISTEM :
- DINAS KESEHATAN
- RUMAH SAKIT
- KLINIK SWASTA
- PENGOBATAN TRADISIONAL/KELUARGA
- DAN LINTAS SEKTOR KECAMATAN


SUB SISTEM PUSKESMAS
Dengan Bagian Bagian ( sub sistem ):
1. Perbaikan Gizi Masyarakat ( Gizi ),
2. Kesehatan Ibu dan Anak ( KIA )
3. Kesehatan lingkungan, ( Kesling )
4. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M),
5. Promosi Kesehatan ( promkes ),
6. Pengobatan,
7. Spesifik lokal,

Pada masing-masing bagian (sub sistem) merupakan sistem dengan sub sistem yang
memiliki segmen yang tidak dapat dibenahi lagi menjadi sistem dan sub sistem.
Dari bagian-bagian ini ( sub sistem ) kemudian diuraikan komponen-komponen
sistemnya yaitu dimulai dari :

1. Model sistemnya Input, Proses dan Output
2. Elemen sistemnya yaitu komponen yang merupakan bagian daripada sistem
3. Lingkungan yaitu komponen yang bukan merupakan bagian dari sistem
4. Struktur intern yaitu hubungan-hubungan antara elemen di dalam sistem
5. Struktur ekstern hubungan antara elemen sistem dan lingkungan
Masing-masing komponen sistem ini dapat dijabarkan sebagai berikut :

A. Model sistem Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat ( Puskesmas Komponen Input :

- Man yaitu Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis )
- Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan
- Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya
- Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat
- Markets yaitu Masyarakat dan penderita di wilayah Puskesmas
- Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan


Komponen Proses

- Proses kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis
- Proses penggunaan Bahan dan obat serta penyediaan lainnya
- Proses penggunaan prosedur kerja/layanan kesehatan masyarakat
- Proses pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat
- Proses penggunaan perlengkapan dan peralatan kesehatan
- Proses pendapatan dan pengeluaran penganggaran


Komponen Output

- Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS ( Preventif, Promosi, Kuratif, Rehabilitatif)



















 





B. Elemen Sistem, Linkungan, Struktur Intern dan Ekstern

Sebagai gambaran dari elemen sistem, lingkungan, struktur intern dan ekstern,
pada gambar 1, disajikan sistem-sub sistem pelayanan Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas), dimana setiap sub sistem ( komponen-komponen
dalam input ) saling mempengaruhi/berkaitan, dan dari subsistem tersebut akan
bekerja/berusaha (komponen proses) mencapai suatu tujuan/menghasilkan apa
yang disebutkan pada komponen output pada suatu lingkungan ( suprasistem ).



ANALISIS SISTEM
DARI PUSAT PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT
(PUSKESMAS)

A.    PEDOMAN ANALISA

Dari uraian model, elemen, lingkungan, struktur intern dan ekstern dari sistem
Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat diatas. Selanjutnya diuraikan pedoman
analisanya, disini akan digunakan analisa Output, Proses dan Input. dijabarkan
sebagai berikut :

Komponen Output

- Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS ( Preventif, Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) yang optimal.

•    Komponen Ouput ini diuraikan kegiatan bagian-bagian dan interaksinya
    dari pencapaian mutu pelayanan kesehatan masyarakat yang telah
    dilaksanakan oleh Puskesmas baik preventif, promosi, kuratif maupun
    rehabilitatif yang dinyatakan dalam satuan jumlah persatuan waktu atau
    cakupan/hasil kegiatan, kunjungan frekwensi kontak dan lain-lain.
•    Optimal disini menunjukkan pelayanan bagian-bagian yang berkisar
    antara 80-100% ( sebagai contoh ) dari semua komponen proses
    pelayanan kesehatan masyarakat yang dilakukan oleh Puskesmas
    (cakupan dan target ). Dibawah 80 % kualitas pelayanan bagian-bagian
    pelayanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dikatakan tidak atau
    kurang optimal


Komponen Proses
- Proses kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis yang baik
- Proses penggunaan Bahan dan obat serta penyediaan lainnya yang tepat
- Proses penggunaan prosedur kerja/layanan kesehatan masyarakat yang sesuai
- Proses pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat tepat
- Proses penggunaan perlengkapan dan peralatan kesehatan yang baik
- Proses penggunaan biaya yang terpenuhi


•    Komponen proses ini diuraikan proses pelayanan bagian-bagian
    pencapaian mutu pelayanan Puskesmast yang dilaksanakan sesuai
    dengan rencana yang dibuat
•    Disini diurai segala kegiatan bagian yang terkait dengan berfungsinya
    atau tidaknya ( bagaimana kejadian dan bagaimana seharusnya) fungsi
    manajemen antara lain, perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasin,
    koordinasi, monitoring evaluasi, penggunaan peralatan/bahan,
    bimbingan tehnis dan lain-lain.
•    Baik, tepat, sesuai, terpenuhi disini menunjukkan kegiatan yang
    seharusnya dilaksanakan, Sedangkan kurang baik, tidak tepat, tidak
    terpenuhi menunjukkan keadaan sebenarnya atau tidak berfunginya
    manajemen dari proses tersebut diatas.


Komponen Input :

Komponen Input ini diuraikan sumber daya yang dimiliki oleh Puskesmas
(apakah ada, kelebihan atau kekurangan) meliputi :
- Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis ) yang  
  lengkap
- Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan yang tersedia
- Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya yang tersedia
- Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat yang tersedia
- Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita yang terdata
- Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan yang tersedia


B.    PENILAIAN MASALAH

Setelah disusun pedoman analisanya, selanjutnya dibuat penilaian terhadap
masalah yang kemungkinan timbul pada pusat pelayanan kesehatan masyarakat
(Puskesmas). Disini dapat dibuat dengan model kualitatif sebagai contoh.
Pertama dimulai dari uraian masalah pada komponen output (tetap berpedoman
pada pedoman analisa diatas). Contoh masalah sebagai berikut :




Masalah Output :
Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS ( Preventif, ,
Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) KURANG OPTIMAL

Penyebabnya dapat dilihat dari komponen PROSES dari pedoman analisa
sistemnya. Disini bisa satu atau lebih proses yang merupakan penyebab masalah,
sementara konponen proses yang lainnya bukan merupakan penyebab masalah
(Normalnya/seharusnya adalah semua komponen proses berjalan dengan baik),
tetapi komponen proses yang telah baik, bisa menjadi masalah bila komponen
yang bermasalah tidak segera diatasi ( lihat gambar 2 )
Penyebab masalah juga bisa langsung pada komponen Input ( Boundary system)
dimana komponen prosesnya tidak dipersoalkan apabila inputnya telah tersedia.
Atau bisa juga disebabkan karena adanya relasi-relasi dengan lingkungan
( sistem terbuka ) atau justru sebaliknya ( sistem tertutup ).
Sebagai contoh penyebab masalah dari dua proses yang akan mempengaruhi
bagian dalam proses lain dan akan berpengaruh dalam pencapaian output diatas
dapat diuraikan sebagai berikut:


Penyebab masalahnya ( Masalah Proses ) adalah

1. kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis yang kurang
    profesional misalnya datang terlambat, cepat pulang, tidak menempati janji
    dengan masyarakat, dll

2. pelayanan penderita pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat
    tidak tepat misalnya keluarga ( masyarakat ) membutuhkan pengetahuan           
    tentang cara membangun / menggunakan WC yang benar dan sehat,
    puskesmas memberikan closet, karena ketidak tahuan cara membangun
    dan menggunakan WC, closet hanya disimpan dibawah pohon.

Sementara proses yang lainnya berjalan sebagaimana mestinya ( bukan penyebab masalah ) yaitu :

3. Proses penggunaan Bahan dan obat serta penyediaan lainnya yang tepat
4. Proses penggunaan prosedur kerja/layanan kesehatan masyarakat yang sesuai
5. Proses penggunaan perlengkapan dan peralatan kesehatan yang baik
6. Proses penggunaan biaya yang terpenuhi

Namun perlu diingat proses yang telah baik ini akan menjadi masalah apabila dua
proses masalah diatas tidak segera diatasi. Demikian juga dengan masalah yang
ditemukan pada input sebagaimana yang akan dijelaskan dibawah ini.
Setelah penyebab masalah dari proses telah ditemukan, selanjut perlu diketahui
lebih lanjut lagi penyebab dari tidak berfungsinya proses tersebut. Dari contoh
diatas sebagaimana pada proses penyebabnya, pada input bisa juga satu atau lebih
merupakan penyebab masalah proses tersebut.
Sebagai contoh dapat diuraikan sebagai berikut:

Penyebab masalah ( Masalah Input ) adalah:

1. kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis yang kurang
    profesional misalnya datang terlambat, cepat pulang, tidak menempati janji
    dengan masyarakat, dll. Penyebabnya adalah:

1. Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan non
    medis/paramedis ) yang berlebihan
2. Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan yang kurang tersedia.
    Sementara input yang lainnya berjalan sebagaimana mestinya ( bukan
    penyebab masalah proses) yaitu :
3. Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya yang tersedia
4. Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat yang tersedia
5. Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita yang terdata
6. Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan yang tersedia

2. pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat
    tidak tepat misalnya keluarga ( masyarakat ) membutuhkan pengetahuan
    tentang cara membangun / menggunakan WC yang benar dan sehat,
    puskesmas memberikan closet, karena ketidak tahuan cara membangun
    dan menggunakan WC, closet hanya disimpan dibawah pohon.
    Penyebabnya adalah

1. Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat yang kurang tersedia
2. Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita tidak terdata
3. Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan kurang tersedia

Sementara input yang lainnya berjalan sebagaimana mestinya ( bukan penyebab
masalah proses) yaitu :

4. Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan non medis/paramedis ) yang      
    lengkap
5. Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan kurang tersedia
6. Material yaitu Bahan dan obat serta persediaan lainnya yang tersedia


Gambar 2. Masalah, penyebab masalah dan hubungan dengan komponen komponen lainnya dalam sistem pelayanan Puskesmas.







C. PENENTUAN TUJUAN
Setelah penentuan penilaian masalah telah selesai, selanjutnya dilakukan
penetapan tujuan yaitu dengan mengubah pernyataan negatif dari masalah (baik
itu pada Output, Proses, maupun Input) menjadi pernyataan positif ( Tujuan )

Tujuan Output :
Meningkatkan Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS
(Preventif, , Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) dari KURANG OPTIMAL
menjadi OPTIMAl

Tujuan Proses I :
Meningkatkan kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis
yang kurang profesional menjadi profesional misalnya datang terlambat
menjadi datang tepat waktu, cepat pulang menjadi pulang tepat waktu, tidak
menempati janji dengan masyarakat menjadi menempati janji, dll

a. Tujuan Input 1.1 : Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedis dan
non medis/paramedis ) yang berlebihan dimutasi pada program yang
kekurangan tenaga

b. Tujuan Input 1.2 : Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan
kesehatan yang kurang tersedia dengan mencari dan mendapat sumber
pembiayaan lain misalnya swadaya masyarakat.

Konsekwensi dari dari tujuan proses dan input ini adalah penyedian sarana dan
prasarana termasuk penggunaan biaya operasional pada petugas yang yang
ditempatkan pada posisi baru. Namun konsekwensi ini tidaklah lebih penting dari
ketidak percayaan masyarakat kepada petugas/Puskesmas, disamping itu juga
pengaruh terhadap komponen proses lainnya terhadap pencapaian mutu kualitas
pelayanan kesehatan masyarakat yang optimal.

Tujuan Proses II:
Meningkatkan pelayanan penderita dan pemenuhan kebutuhan kesehatan
masyarakat tidak tepat menjadi tepat misalnya diskusi/penyuluhan pada
keluarga ( masyarakat ) tentang pengetahuan tentang cara membangun /
menggunakan WC yang benar dan sehat.

a. Tujuan Input 2.1 : Metode yaitu Prosedur kerja /layanan kesehatan masyarakat    
    yang kurang tersedia menjadi tersedia
b. Tujuan Input 2.2. : Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita  
    tidak terdata menjadi terdata
c. Tujuan Input 2.3. : Machine yaitu Perlengkapan dan peralatan kesehatan kurang
    tersedia menjadi tersedia.



Konsekwensi dari dari tujuan proses dan input ini adalah penggunaan waktu
diluar jam kerja karena adanya kebutuhan/keinginan masyarakat dimana mereka
bisa bertemu dengan petugas kesehatan hanya pada waktu selesai kerja yaitu
disore dan malam dll.


D. PENENTUAN ALTERNATIF
- Penentuan alternatif dilakukan setelah penentuan tujuan dilakukan, dimana
  pemilihan alternatif tujuan berdasarkan tingkat efektifitas ( waktu ) dan
  efiseinsi ( biaya ) yang digunakan.
- Alternatif yang terpilih biasanya adalah tujuan yang tingkat afektifitasnya
  tinggi namun biaya yang digunakan diperkirakan lebih rendah
- Dapat digunakan metode Cost Efective Analysis dengan rumus : Cost dibagi
  dengan Efective atau Besarnya biaya Perorangan.
- Perlu juga diperhatikan pengaruhnya dengan komponen-komponen
  (subsistem) lainnya dalam pencapaian tujuan termasuk faktor-faktor
   lingkungan (Suprasistemnya )


Dari ketentuan ini maka alternatif dari tujuan diatas dapat diambil Tujuan
Proses 1, dan Tujuan input 1.1 dan Tujuan Input 1,2 Serta Tujuan Input 2.2
dari Tujuan Proses 2. yaitu sebagai berikut :

Tujuan Proses I :
Meningkatkan kinerja petugas medis/paramedis dan non medis/paramedis
yang kurang profesional menjadi profesional misalnya datang terlambat
menjadi datang tepat waktu, cepat pulang menjadi pulang tepat waktu, tidak
menempati janji dengan masyarakat menjadi menempati janji, dll

a. Tujuan Input 1.1 : Man yaitu Jumlah Petugas ( medis/paramedic dan non  
    medis/paramedis ) yang berlebihan dimutasi program kekurangan tenaga

b. Tujuan Input 1.2 : Money yaitu Sumber-sumber pembiayaan kesehatan yang tidak   
     tersedia dengan mencari dan mendapat sumber pembiayaan lain misalnya swadaya
     masyarakat.

c. Tujuan Input 1.3. : Markets yaitu Masyarakat wilayah Puskesmas dan Penderita
     tidak terdata menjadi terdata

E. MENETAPKAN KEGIATAN.
Dari alternatif tujuan yang terpilih, kemudian ditentukan jenis kegiatan yang
sesuai, agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Disini juga perlu
diperhatikan dari beberapa alternatif kegiatan yang ada, dipilih kegiatan yang
terbaik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dan selanjutnya dibuat
rincian kegiatan yang dilakukan termasuk uraian penggunaan biaya kegiatan.
Penentuan Kegiatan dapat dijabarkan dari contoh diatas yaitu sebagai berikut :


Tujuan :
Meningkatkan Kualitas pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh PUSKESMAS
(Preventif, , Promosi, Kuratif, Rehabilitatif ) dari KURANG OPTIMAL menjadi
Optimal

Kegiatannya :

1. Pertemuan Rutin peningkatan kinerja petugas.
2. Penggalangan sumber-sumber pembiayaan yang bersumber dari
    masyarakat. Misalnya penggunaan Dana BAZ untuk pelayanan kesehatan
    keluarga miskin.
3. Pendataan penderita dan Masyarakat. Dalam program kesehatan.
    Agar lebih jelas dalam pencapaian tujuan ketiga kegiatan ini, dijabarkan lagi
    dalam bentuk Input, Proses dan Output dan Rencana Tindak Tanjut ( Feed Back )
    termasuk Penanggung jawab, Pelaksana, waktu dan lokasi pelaksanaan serta
    rincian biaya kegiatan.
   

Contoh

    Kegiatan : Pertemuan rutin peningkatan kinerja petugas puskesmas

Input

Peserta           : 20 Petugas ( staf ) Puskesmas
Fasilitator       : Kepala Puskesmas
Nasumber      : Ka. Dinas Kesehatan
Panitia            : 2 orang dari staf Puskesmas
Agenda          : Petunjuk pertemuan Staf Puskesmas.

Proses
- diskusi dan pembahasan hasil dan kinerja masing-masing petugas ( staf ) Puskesmas
- Pemberian sangsi dan hadiah ( reward ) pada petugas berhadil dan tidak berhasil.

Output

20 petugas puskesmas berpartisipasi dalam pertemuan rutin peningkatan kinerja
petugas Puskesmas.
Penanggung Jawab     : Ka. Puskesmas
Pelaksana         : Ka TU Puskesmas
Lokasi             : Ruang pertemuan Puskesmas
Jadwal            : Dilaksanakan tiap tiga bulan sekali setiap hari senin                           minggu pertama bulan berjalan


Rencana Tindak lanjut

Memantau sampai sejaumana kegiatan telah mencapai tujuan dari sistem
pelayanan kesehatan masyarakat ( Puskesmas ) yang telah dibuat
Rincian penggunaan biaya per satu kali pertamuan

ATK                                    : 20 orang x Rp. 5.000.- = Rp. 100.000.-
Konsumsi                             : 20 orang x Rp. 5.000.- = Rp. 100.000.-
Hadiah                                 : 2 Paket x Rp. 50.000.- = Rp. 100.000.-
Transport Narasumber         : 1 orang x Rp. 25.000.- = Rp. 25.000.-
Total                                                                          = Rp. 325.000.-



KESIMPULAN DAN PENUTUP
Sistem ialah satu kesatuan usaha yang terdiri dari berbagai elemen / bagianbagian
yang berkaitan secara teratur dan berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu
lingkungan. Dari definisi ini, telah dicoba diuraikan sistem dan analisis sistem,
sebagai contoh diambil Sistem Pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
Untuk analisa sistem, telah dicoba dibuat analisis normalnya dari Sistem
Pelayanan Puskesmas, Penentuan Masalah, Tujuan dan Penentuan kegiatan.
Walaupun tidak dilakukan secara kesuluruhan, namun dari beberapa gambar dan
contoh yang dianalisis telah membuat kami mengerti dan memahami prinsip-prinsip
sistem dan analisannya terutama sistem pelayanan puskesmas.


UMPAN BALIK

•    Masyarakat menjadilebih terjamin kesehatannya
•    Masyarakat miskin dapat memperoleh jaminan kesehatan yang setara dengan rumah sakit
•    Adanya dukunganpositif dari masyarakat untuk membentukpuskesman menjadi lenih baik



SUMBER :
DISINI 

1 komentar: